Kenyataan yang ada menimbulkan pernyataan bahwa ternyata selama ini skizofrenia sangat sering menimbulkan ketakutan, kesalah pahaman, baik bagi orang di sekitar penderita dan mungkin bagi penderita sendiri. Dengan adanya konsepsi yang terus-terusan salah maka tidak menutup kemungkinan nantinya skizofrenia menjadi sesuatu yang seperti virus akut yang sangat ditakuti.
Sejarah juga berkata bahwa memang pada kenyataannya patologi macam skizofrenia masih jarang dikenal walaupun pada kenyataannya telah menyerang paling tidak 1% dari populasi di Amerika maupun eropa. Jelas hal ini perlu mendapatkan penyikapan yang cukup serius, baik di kalangan akademisi maupun kalangan umum.
A. Pengertian:
Skizofrenia adalah bentuk kegilaan dengan disintegrasi pribadi, tingkah laku emosional dan intelektual yang ambigious ( majemuk) dan terganggu secara serius, mengalami regresi atau dementiasi total pasien banyak melarikan diri dari kenyataan hidup dan berdiam dalam dunia fantasi.
B. Ciri-Ciri Utama
1. Gangguan Dalam Pikiran Dan Pembicaraan
Ø Gangguan Isi Pikiran
Biasanya bentuk gangguan dalam isi pikiran ini adalah waham atau keyakinan yang salah yang menetap pada pikiran seseorang tanpa mempertimbangkan dasar yang tidak logis dan tidak adanya bukti untuk mendukung keyakinan tersebut. Kita bisa memberi contoh seperti John Nash yang berwaham seolah dikejar-kejar oleh agen rahasia kelompok pembebasan dari soviet.
Ø Gangguan Bentuk Pikiran
Kalau orang normal biasanya cenderung memiliki pemikiran yang logis dan koheren maka berbeda lagi seorang skizofren yang berpikir secara nonorganisir dan bahkan tidak logis biasanya ditandai dengan pembicaraan yang tidak teratur, kacau, melompat dari satu topik ke topik lainnya dan tentunya pembicaraannya sulit dipahami
2. Kekurangan dalam pemusatan Perhatian
Orang yang menderita gangguan skizofrenia akan kesulitan sekali untuk bisa memustkan perhatian, tanda-tandanya biasanya adalah mereka sulit untuk menyaring keluar stimulus yang tidakrelevan dan mengganggu dan tidak penting, para penderita skizofren biasanya juga sulit m,enyaring suara-suara yang mengganggu.
3. Gangguan Persepsi
Mereka yang mengalami skizofrenia umumnya mengalami gangguan persepsi dan kebanyakan berupa halusinasi, mereka sering seolah mendengar suara, melihat sesuatu, mengalami,melakukan sesuatu yang pada kenyataannya hanya terjadi di realitas khayalan mereka.
4. Gangguan Emosional
Gangguan emosi dari penderita skizofrenia biasanya ditandai dengan afek yang tumpul atau, afek yang datar atau juga afek yang tidak sesuai.
C. Gejala-Gejala Skizofrenia
1. Dingin perasaanya, acuh tak acuh, tak ada reksi emosional pada orang dekatnya.
2. Melamun dan menyendiri, menghindari pergaulan
3. Mudah berprasangka, misal: ada orang yang sedang berbicara dan biasnya dikira membicarakan dirinya.
4. Sering terjadi salah tanggapan? Terhenti pikiran. Misal: berbicara kadang-kadang lupa apa yang dibicarakan, bicara satu masalah pindah ke masalah lain yang tak ada hubungannya.
5. Penderita banyak merasa putus asa dan ia merasa sebagai korban dari kejahatan orang/ masyarakat.
6. Keinginan menjauhkan diri dari masyarakat, tak mau makan/ minum.
D. Penyebab.
1. Belum diketahui, sementara peneliti menyatakan 60 % berasal dari keluarga yang pernah sakit jiwa. Jika salah satu orang tuanya pernah sakit jiwa 10 % keturunannya akan menderita, jika kedua-duanya sakit maka setengah dari anaknya akan sakit.
E. Macam-Macam Skizofrenia
1. Tipe Tidak Terorganisasi
Biasanya dihubungkan dengan tipe peilaku yang kacau, pembicaraan yang tidak koheren, halusinasi yang jelas dan sering, afek yang datar atau tidak sesuai, dan waham yang tidak terorganisasi dn sering bertema tentang religi atau seks
2. Tipe Katatonik
Merupakan salah satu tipe skizofrenia yang ditandai dengan hendaya yang jelas dalam perilaku motorik dan perlambatan aktivitas yang berkembang menjadi stupor namun mungkin berubah secara tiba-tiba menjadi fase agitasi. Orang dengan skizofrenia jenis ini biasanya sering memperlihatkan perangai yang aneh, mempertahankan postur yang aneh dsb
3. Tipe Paranoid
Ciri-Ciri Scyzophrenia Paranoid:
1. Penderita diliputi macam-macam delusi dan halusinasi yang terus menerus sepertimerasa iri hati, cemburu, curiga, dendam.
2. Emosinya pada umumnya beku dan sangat apatis.
3. Pasien tampak lebih waras dan tidak sebanding jika dibanding dengan penderita szhyzophrenia jenis lainnya, namun biasanya bersikap bermusuhan terhadap siapapun juga.
4. Merasa dirinya sangat penting, besar grandeous, sering sangat fanatik religius secara berlebihan.
F. Pendekatan Penanganan
1. Pendekatan Biologis
Biasanya dengan diberi obat antipsikotik/ penenang mayor. Obat ini membantu dalam mengendalika pola perilaku yang lebih mencolok pada skizofrenia dan mengurangi kebutuhan untuk perawatan rumah sakit jngka panjang, masalah lain yang ditimbulkan melalui cara ini adalah adanya berbagai efek negatif.
2. Penanganan Psikososial
Dari penelitian ternyata diketahui bahwa pengobatan psikiatris dan tingkatan dosis bervariasi sesuai dengan etnik pasien, enik juga berperan dalam keterlibatan keluarga dlam penanganan skizofrenia. Dengan pembuatan tempat tinggal yang terstruktur dapat membantu pasien skizofrenia menyesuaikan diri dengan kehidupan komunitas.
3. Rehabilitasi Psikososial
Orang yang mengalami skizofrenia biasanya mengalami kesulitan untuk berfungsi dalam peran-peran sosial maupun pekerjaan, berdasarkan fakta telah banyak ditemukan club yang kegiatannya berusaha untuk membantu penserita skizofrenia agar menemukan/ mendapatkan tempat di masyarakat, dan hasilnya dengan kegiatan kegiatan yang berbasis keterampilan dan lain-lain sedikit banyak telah membantu penderita skizofrenia.
4. Program Intervensi Keluarga
Konflik dikeluarga dapat menumpuk stress pada penderita skizofrenia, dengan adanya Program intervensi keluarga yang dibuat oleh klinisi dengan penyesuaian yang diperlukan ternyata dapat membantu penderita skizofrenia dalam proses pengobatan.
Terapi:
1. TA : pada umumnya schizophrenia kemungkinannya untuk sembuh sangat kecil, terutama jika konfliknya sangat parah . pengobatannya dengan kuur obat-obatan.
2. Yang terpenting adalah usaha preventif berupa:
- Dihindari frustasi-frustasi dan bermacam-macam kesulitan psikis. Kemudian menciptakan kontak sosial yang sehat dan baik.
- Pasien dibiasakan mengembangkan sikaphidup yang positif dan melihat hari depan dengan penuh keberanian, serta menghadapi realitas dengan rasa optimis.
- Diusahakan agar pasien menjadi ekstrovert.
Pada dasarnya tidak ada pendekatan penanganan tunggal yang memenuhi semua kebutuhan orang yang menderita skizofrenia.